kingymab.org – Eks Tentara israel (IDF) di isukan hadir di Bali kembali mencuat dan menuai polemik publik. Shachar Gonen, pria yang diduga pernah bertugas di militer Israel, kini diketahui menjalankan bisnis properti mewah di kawasan Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.
“Baca juga : Rekening Ustadz Das’ad di Blokir, Pembangunan Masjid Terganggu”
Keberadaannya ramai diperbincangkan setelah videonya mengikuti ritual keagamaan Bali sebelum pembangunan vila viral di media sosial.
Kecurigaan masyarakat semakin kuat setelah foto lama Shachar dan seorang wanita yang diduga pasangannya beredar, menunjukkan keduanya mengenakan seragam militer Israel. Dugaan ini mengarah pada pertanyaan serius seputar legalitas status izin tinggal dan identitas kewarganegaraannya di Indonesia.
Diketahui, Shachar masuk Indonesia menggunakan visa investor (KITAS Investor) dengan paspor Jerman. Hal ini dimungkinkan karena banyak warga Israel memiliki kewarganegaraan ganda, sementara Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Perusahaan lokal Indonesia bertindak sebagai penjamin visa Shachar, yang masih berlaku hingga Maret 2026.
Eks Tentara IDF Bisnis di Bali, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas
Pengamat hubungan internasional dari Busan University of Foreign Studies, Muhammad Zulfikar Rakhmat, menilai kasus ini sensitif secara moral dan ideologis. “Kita perlu bertanya, siapa orang-orang di balik paspor ini? Apa afiliasi masa lalu mereka?” kata Rakhmat kepada Middle East Monitor.
Ia menyebut kehadiran eks tentara israeltersebut di Indonesia berpotensi memicu kegaduhan publik, mengingat sikap historis Indonesia yang tegas mendukung kemerdekaan Palestina.
Menanggapi isu ini, Menteri Imigrasi Agus Andrianto menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi untuk memverifikasi informasi.
“Baca juga : Psikolog Bahas Plus Minus Pola Asuh Parenting VOC”
Namun, hingga kini Kantor Imigrasi Denpasar belum memberikan tanggapan terkait pemanggilan Shachar Gonen. Masyarakat pun menanti langkah konkret pemerintah untuk menjaga integritas hukum dan moral bangsa di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.




Leave a Reply