kingymab.org – Tren wisata global menunjukkan perubahan preferensi wisatawan menuju destinasi alam dan pegunungan. Laporan terbaru dari Expedia, Hotels.com, dan Vrbo mengungkap bahwa Big Sky di Montana, Amerika Serikat, menjadi destinasi wisata paling diminati untuk tahun 2026. Data ini berdasarkan analisis peningkatan pencarian tiket pesawat dan akomodasi dari 24.000 wisatawan dalam satu tahun terakhir.
Big Sky menempati posisi pertama karena menawarkan aktivitas alam sepanjang tahun. Pada musim dingin, kawasan ini menjadi pusat olahraga ski dan snowboard yang digemari wisatawan internasional. Ketika musim panas tiba, wisatawan dapat menikmati hiking, bersepeda gunung, hingga arung jeram di sungai yang mengalir di sekitar kawasan. Melanie Fish, pakar perjalanan dari Expedia Group, menyatakan bahwa Big Sky terlihat seperti destinasi baru, padahal sudah lama dikenal sebagai pusat kegiatan alam kelas dunia. Ia menambahkan bahwa daya tarik Big Sky juga meningkat karena berkembangnya fasilitas keluarga, pilihan kuliner, serta agenda komunitas dan budaya.
Selain Big Sky, Okinawa di Jepang berada di peringkat kedua dengan peningkatan pencarian sebesar 71 persen. Lonjakan minat ini dipengaruhi oleh pelemahan yen dan semakin longgarnya aturan wisata pascapandemi. Expedia menilai Okinawa layak menjadi sorotan karena menerapkan praktik wisata berkelanjutan. Langkah yang dilakukan termasuk restorasi terumbu karang, penggunaan energi terbarukan, dan edukasi budaya bagi wisatawan.
Daftar 10 destinasi terpopuler yang dirilis meliputi Big Sky (92%), Okinawa (71%), Sardinia (63%), Phu Quoc (53%), dan Savoie (51%). Lima destinasi lain adalah Fort Walton Beach, Ucluelet, Cotswolds, San Miguel de Allende, dan Hobart. Temuan ini menunjukkan meningkatnya minat wisatawan pada destinasi alam, budaya, dan wisata yang menerapkan keberlanjutan.
Tren tersebut diperkirakan semakin menguat hingga 2026 seiring meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap pengalaman yang ramah lingkungan dan tidak padat pengunjung.
Baca Juga: “Helikopter AS Jatuh di Laut Cina Selatan, Semua Kru Selamat“
Sardinia Jadi Destinasi Premium Berkonsep “Maladewa Versi Eropa”
Sardinia menempati posisi ketiga sebagai destinasi wisata paling diminati tahun 2026. Pulau ini menjadi pilihan wisatawan yang ingin mengeksplor Italia di luar kota populer seperti Roma, Florence, atau Venesia. Sardinia dikenal sebagai “Maladewa versi Eropa” berkat pantai berpasir putih dan air laut berwarna biru kristal.
Sardinia menawarkan kombinasi unik antara pantai, pegunungan, dan kota-kota kecil yang penuh budaya. Sebagian wilayahnya termasuk dalam kategori Blue Zone, yaitu area dengan angka harapan hidup tinggi. Konsep ini terkait dengan pola makan sehat, penggunaan bahan makanan segar, dan kehidupan sosial yang harmonis. Kondisi tersebut membuat Sardinia menjadi destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga menonjol dalam kualitas hidup dan keberlanjutan.
Melanie Fish, pakar perjalanan dari Expedia Group, menjelaskan bahwa perjalanan ke Sardinia membutuhkan usaha lebih dibandingkan kota populer lainnya di Italia. Namun, ia menegaskan bahwa pengalaman yang diperoleh sangat sepadan. “Ada garis pantai yang menakjubkan, bagian tengah berupa pegunungan, dan kota-kota kecil yang memesona,” jelasnya. Menurut Fish, tiga aspek tersebut menjadi daya tarik utama yang dicari wisatawan global.
Wisatawan yang datang dapat menikmati kuliner khas Sardinia yang berbahan lokal dan berkualitas tinggi. Aktivitas populer meliputi berlayar, berenang, mendaki, serta menjelajahi desa tradisional dengan budaya yang terjaga. Banyak pengunjung menilai Sardinia sebagai destinasi yang menawarkan keseimbangan antara petualangan dan ketenangan.
Dengan meningkatnya tren wisata yang mengutamakan ketenangan dan keberlanjutan, Sardinia diperkirakan terus naik daun. Sardinia bukan hanya tujuan liburan, tetapi juga pengalaman hidup yang berkesan bagi pengunjung yang mencari keindahan dan kualitas perjalanan.
Baca Juga: “Lansia Bukan Beban: Peran Produktif Dorong Pembangunan Sosial“




Leave a Reply