kingymab –  Pemerintah Venezuela melontarkan kecaman keras terhadap serangan militer Amerika Serikat yang terjadi pada Sabtu. Caracas menilai aksi tersebut sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan negara dan stabilitas internasional.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, menyebut serangan itu sebagai bentuk pemaksaan perang kolonial. Menurutnya, tujuan utama tindakan tersebut adalah merusak sistem republik dan menggulingkan pemerintahan sah Venezuela.
Dalam pernyataan resminya, Gil menegaskan bahwa upaya perubahan rezim dengan dukungan kelompok oligarki fasis tidak akan berhasil. Ia menilai strategi semacam itu telah berulang kali gagal dalam sejarah hubungan internasional Venezuela.
Gil juga menilai serangan militer tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menegaskan bahwa penggunaan kekuatan sepihak bertentangan dengan prinsip kedaulatan dan nonintervensi yang diatur hukum internasional.
Menurut pemerintah Venezuela, agresi tersebut tidak hanya menyerang wilayah dan penduduk negaranya. Tindakan itu juga dinilai berpotensi mengganggu ketertiban global dan membahayakan perdamaian dunia.
Caracas menyatakan penolakan tegas atas aksi militer tersebut dan secara resmi mengadukannya kepada komunitas internasional. Pemerintah meminta perhatian dunia terhadap dampak serius yang dapat ditimbulkan oleh eskalasi militer sepihak.
Sebagai penutup, Menegaskan komitmennya mempertahankan kedaulatan nasional melalui jalur diplomasi dan hukum internasional. Pemerintah berharap komunitas global mengambil sikap untuk mencegah konflik yang lebih luas dan menjaga perdamaian internasional.
“Baca Juga : Pemerintah Dorong Ruang Fiskal Berkesinambungan”
Venezuela Nyatakan Status Gangguan Eksternal Usai Tuduhan Agresi Militer AS
Pemerintah Venezuela menilai agresi militer asing sebagai ancaman serius bagi perdamaian internasional. Otoritas setempat menyebut stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia berada dalam risiko besar akibat eskalasi tersebut.
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menyatakan agresi semacam ini menempatkan jutaan nyawa dalam bahaya. Ia menilai penggunaan kekuatan militer lintas negara dapat memicu instabilitas regional yang luas.
Gil juga menuding kepentingan ekonomi sebagai motif utama di balik serangan itu. Ia menyebut Amerika Serikat berupaya menguasai sumber daya strategis Venezuela, termasuk minyak dan mineral.
Menurut Gil, tekanan militer dan politik tersebut bertujuan melemahkan kedaulatan nasional . Namun, ia menegaskan upaya tersebut tidak akan berhasil menghadapi perlawanan negara dan rakyatnya.
Sebagai respons atas situasi darurat, Presiden Nicolas Maduro menetapkan Status Gangguan Eksternal di seluruh wilayah Venezuela. Kebijakan itu ditujukan melindungi warga dan memastikan pemerintahan tetap berjalan normal.
Media lokal sebelumnya melaporkan ledakan keras di beberapa wilayah Caracas pada Sabtu. Rekaman media sosial memperlihatkan asap tebal serta suara sirene serangan udara di ibu kota.
Sementara itu, Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social mengklaim militer AS melakukan serangan ke Venezuela. Ia juga menyatakan bahwa Presiden Nicolas Maduro telah ditangkap.
Pemerintah Venezuela membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari perang informasi. Caracas menegaskan akan membawa isu ini ke forum internasional.
Sebagai penutup, Venezuela menyerukan peran aktif komunitas global untuk mencegah eskalasi konflik. Pemerintah menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional demi menjaga perdamaian dunia.
Venezuela Kecam Serangan AS Sebagai Upaya Penjajahan Gaya Lama
Pemerintah Venezuela mengecam keras serangan militer yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat. Caracas menilai tindakan tersebut mencerminkan praktik penjajahan gaya lama yang mengancam kedaulatan negara dan stabilitas kawasan.
Dalam pernyataan resminya, Menteri Luar Negeri Yvan Gil menyebut serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer untuk memaksakan perubahan politik bertentangan dengan hukum internasional.
Gil menilai agresi tersebut bukan hanya menyerang Venezuela, tetapi juga membahayakan perdamaian Amerika Latin dan Karibia. Ia memperingatkan bahwa eskalasi militer dapat menempatkan jutaan warga sipil dalam risiko langsung.
Menurut pemerintah Venezuela, motif ekonomi menjadi faktor utama di balik ketegangan ini. Caracas menuding Washington berupaya menguasai sumber daya strategis , terutama minyak dan mineral, melalui tekanan militer dan politik.
Sebagai respons atas situasi tersebut, Presiden Nicolas Maduro menetapkan Status Gangguan Eksternal di seluruh wilayah negara. Kebijakan ini bertujuan melindungi masyarakat, menjaga keamanan nasional, dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.
Situasi keamanan di Caracas sempat memanas setelah laporan ledakan dan suara sirene beredar di media sosial. Pemerintah menyatakan tengah melakukan pengamanan intensif di sejumlah titik strategis.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social mengklaim militer AS melakukan operasi di Venezuela. Klaim tersebut langsung dibantah oleh pemerintah Venezuela sebagai informasi menyesatkan.
Caracas menyatakan akan membawa isu ini ke forum internasional guna mendapatkan dukungan diplomatik. Pemerintah juga menyerukan peran aktif komunitas global untuk mencegah konflik terbuka.
Sebagai penutup, Venezuela menegaskan komitmennya mempertahankan kedaulatan nasional melalui jalur diplomasi dan hukum internasional. Pemerintah berharap ketegangan dapat diredam demi menjaga stabilitas regional dan perdamaian global.
“Baca Juga : Â PLN Pastikan Listrik 15 Ribu Unit Huntara Bencana”




Leave a Reply