kingymab – Prabowo Subianto turun langsung ke wilayah terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu, untuk mendengarkan kebutuhan para pengungsi serta aspirasi para pekerja yang terlibat dalam tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir bandang. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak secara menyeluruh.
Presiden berdialog dengan warga pengungsi dan para pekerja konstruksi usai meninjau jembatan bailey di Sungai Garoga, Batang Toru. Jembatan sementara tersebut baru dipasang beberapa hari sebelumnya sebagai pengganti jembatan permanen yang rusak akibat banjir bandang. Dalam dialog itu, Presiden mendengarkan langsung keluhan, kebutuhan logistik, serta harapan masyarakat agar akses ekonomi dan sosial segera pulih.
Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden RI Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden sengaja datang ke Batang Toru untuk memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan lapangan. Ia menyebut salah satu desa di wilayah tersebut mengalami dampak kerusakan yang sangat berat, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.
Menurut Prasetyo, pengecekan jembatan bailey menjadi agenda utama Presiden karena infrastruktur tersebut berperan vital dalam membuka kembali akses transportasi. Dengan berfungsinya jembatan sementara itu, distribusi bantuan, mobilitas warga, serta aktivitas ekonomi diharapkan kembali berjalan lebih cepat.
Pemerintah menilai pemasangan jembatan bailey sebagai langkah awal yang krusial sebelum memasuki tahap rekonstruksi permanen. Presiden menekankan pentingnya percepatan pekerjaan agar masyarakat tidak terlalu lama terisolasi dan proses pemulihan dapat berlangsung berkelanjutan.
Kunjungan langsung Presiden ke lokasi bencana juga menjadi pesan kuat bahwa negara hadir bersama masyarakat di saat krisis. Ke depan, pemerintah berkomitmen melanjutkan pendampingan hingga fase rekonstruksi tuntas, sekaligus memastikan aspirasi warga terdampak menjadi dasar kebijakan pemulihan yang lebih tepat sasaran.
“Baca Juga : BI Hentikan JIBOR Mulai 2026, Dorong Penggunaan INDONIA”
Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan Hunian Tetap Usai Tinjau Jembatan Garoga
Prabowo Subianto melanjutkan agenda peninjauan di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan menyeberangi langsung jembatan bailey Sungai Garoga dan melihat kondisi aliran sungai serta rumah warga yang rusak berat. Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Usai meninjau lokasi, Presiden menginstruksikan jajaran kementerian dan lembaga terkait untuk segera membangun hunian layak bagi para pengungsi. Arahan tersebut bertujuan mempercepat perpindahan warga dari tenda darurat ke tempat tinggal yang aman dan manusiawi. Pemerintah menilai penyediaan hunian menjadi prioritas agar pemulihan sosial dan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat.
Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden RI Prasetyo Hadi menegaskan kehadiran Presiden di lapangan menunjukkan komitmen kuat pemerintah. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bukti nyata bahwa penanganan bencana di sejumlah provinsi terus diawasi langsung oleh Presiden agar berjalan optimal.
Jembatan bailey Sungai Garoga kini kembali menghubungkan wilayah Tapanuli Selatan dengan beberapa kecamatan di Tapanuli Tengah yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang dan longsor pada 25 November lalu. Akses ini dinilai krusial untuk memperlancar distribusi bantuan dan aktivitas masyarakat.
Pembangunan jembatan sepanjang 44 meter tersebut dikerjakan oleh Detasemen Zeni Tempur TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Nindya Karya. Jembatan dirancang mampu menahan beban hingga 25 ton sehingga dapat dilalui kendaraan logistik dan alat berat.
Dalam kunjungan itu, Presiden turut didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Hadir pula Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan para kepala daerah setempat.
Pemerintah menegaskan tahap tanggap darurat akan terus dilanjutkan ke fase rekonstruksi permanen. Dengan infrastruktur sementara telah berfungsi dan pembangunan hunian segera dimulai, negara berharap pemulihan wilayah Batang Toru dapat berjalan berkelanjutan dan ketahanan masyarakat semakin kuat ke depan.
“Baca Juga : Indodax Beri Penjelasan Soal Isu Kehilangan Dana Pengguna”




Leave a Reply