kingymab, Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan pentingnya kehadiran nyata kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di tengah masyarakat. Pesan ini ia sampaikan saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala.
Ia membawa mandat langsung dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Mandat tersebut menekankan bahwa kader harus bekerja secara konsisten, bukan hanya aktif menjelang pemilu.
Menurut Cucun, pola lama yang hanya mengandalkan kehadiran saat kampanye harus segera ditinggalkan. Sebaliknya, kader harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
baca juga: Kemendagri Pastikan PPPK Berlanjut, Belanja Pegawai Ideal
Politik Kehadiran Jadi Identitas PKB
Cucun Ahmad menekankan bahwa PKB mengusung konsep “politik kehadiran”. Artinya, kader wajib hadir, bekerja, dan memberikan manfaat secara langsung.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik tidak bisa dibangun secara instan. Kepercayaan tumbuh dari interaksi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kader harus menjaga komunikasi dengan masyarakat setiap waktu.
“Jangan menjadi tamu lima tahunan,” tegasnya. Kalimat ini menjadi penekanan kuat bahwa kader harus hadir sebelum, selama, dan setelah pemilu.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan. Politik juga merupakan sarana pelayanan. Dengan demikian, kader PKB harus menjadikan pelayanan sebagai prioritas utama.
Konsistensi Pelayanan sebagai Kunci Kepercayaan
Cucun juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam melayani masyarakat. Menurutnya, pelayanan tidak boleh bersifat musiman. Sebaliknya, pelayanan harus berlangsung terus-menerus.
Selain itu, kader harus mampu memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Mereka tidak cukup hanya menerima laporan. Mereka perlu turun ke lapangan dan melihat kondisi nyata.
Dengan cara ini, kader dapat memberikan solusi yang tepat. Di sisi lain, masyarakat akan merasa lebih dekat dengan partai.
Kemudian, Cucun menambahkan bahwa keberhasilan politik tidak hanya diukur dari kemenangan pemilu. Keberhasilan juga terlihat dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
PKB sebagai Pelopor Gotong Royong
Selanjutnya, Cucun Ahmad menegaskan bahwa PKB harus menjadi pelopor gotong royong. Ia mendorong kader untuk aktif membangun solidaritas sosial.
Gotong royong, menurutnya, merupakan nilai dasar bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, kader harus menjaga dan menghidupkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, kader dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Selain itu, mereka juga dapat terlibat dalam kegiatan sosial seperti penanganan bencana atau kerja bakti.
Dengan demikian, kehadiran kader tidak hanya dirasakan dalam aspek politik. Kehadiran tersebut juga terasa dalam kehidupan sosial masyarakat.
Dukungan terhadap Program Pemerintah
Sebagai partai koalisi, PKB juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung program pemerintah. Dalam hal ini, Cucun menginstruksikan kader untuk bersinergi dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai bahwa kolaborasi antara partai dan pemerintah sangat penting. Kolaborasi ini akan mempercepat realisasi program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satu isu yang disorot adalah penanganan sampah. Masalah ini dianggap krusial karena berdampak langsung pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, kader PKB diminta ikut berperan aktif dalam mencari solusi. Mereka tidak hanya mendukung secara politik, tetapi juga terlibat dalam implementasi di lapangan.
Reformasi Sistem Seleksi di Internal PKB
Selain membahas peran kader, Muscab kali ini juga menghadirkan perubahan penting dalam sistem seleksi pimpinan. PKB kini meninggalkan sistem voting. Sebagai gantinya, partai menerapkan mekanisme musyawarah melalui fit and proper test.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan di tingkat daerah. Dengan sistem baru, calon pimpinan harus melalui dua tahap seleksi ketat.
Pertama, tes kompetensi. Tahap ini bertujuan mengukur kemampuan manajerial dan visi politik kandidat. Kedua, wawancara serta penandatanganan kontrak komitmen kerja.
Melalui proses ini, partai ingin memastikan bahwa pemimpin yang terpilih memiliki integritas tinggi. Selain itu, mereka juga harus memiliki komitmen kuat untuk membesarkan partai.
Perubahan ini menunjukkan bahwa PKB berupaya melakukan reformasi internal. Reformasi tersebut penting agar partai tetap relevan di tengah dinamika politik nasional.
Kehadiran Tokoh dan Dukungan Lintas Elemen
Acara Muscab ini juga dihadiri berbagai tokoh penting. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap PKB.
Di antaranya adalah Kaisar Abu Hanifah, anggota Komisi VII DPR RI. Selain itu, hadir pula Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR.
Tokoh ulama juga turut meramaikan acara. Misalnya, KH. Mahran Yasin dan KH. Gazali Mukeri. Kehadiran mereka memperkuat hubungan antara PKB dan kalangan pesantren.
Selain itu, perwakilan KPU serta pimpinan partai lain juga hadir. Hal ini menunjukkan bahwa Muscab tidak hanya menjadi agenda internal. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas elemen.
Menuju Politik yang Lebih Substantif
Secara keseluruhan, pesan yang disampaikan Cucun Ahmad mencerminkan arah baru PKB. Partai ini ingin membangun politik yang lebih substantif.
Artinya, fokus tidak hanya pada elektabilitas. Fokus juga pada manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, kader harus mengubah cara berpikir dan bertindak.
Selain itu, partai perlu terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Tantangan politik ke depan semakin kompleks. Namun, peluang juga semakin besar.
Dengan strategi yang tepat, PKB memiliki potensi untuk terus berkembang. Terlebih lagi, basis dukungan dari kalangan masyarakat dan pesantren cukup kuat.
Akhirnya, keberhasilan PKB sangat bergantung pada kualitas kadernya. Jika kader mampu hadir dan bekerja secara konsisten, maka kepercayaan publik akan meningkat. Sebaliknya, jika kader hanya aktif saat pemilu, maka kepercayaan akan menurun.
Karena itu, pesan “bukan tamu lima tahunan” menjadi pengingat penting. Pesan ini tidak hanya relevan bagi PKB, tetapi juga bagi seluruh partai politik di Indonesia.
baca juga: Pemuda Golkar Dukung Bahlil Stabilkan Harga Minyak




Leave a Reply