kingymab.org – Chef Juna Rorimpandey membagikan kisah awal kariernya di Amerika Serikat yang penuh tantangan, namun justru membawanya pada kesuksesan tanpa harus melalui proses melamar pekerjaan secara formal.
Tidak memiliki latar belakang pendidikan kuliner, ia berhasil meniti karier hanya bermodalkan kerja keras, reputasi baik, dan kemauan belajar dari lingkungan.
“Baca juga : Ferry Irwandi Koleksi Bentley hingga Mobil Initial D”
Dalam wawancara di kanal YouTube Raditya Dika yang tayang pada Senin, 15 September 2025, sepanjang kariernya di Houston, Amerika Serikat, ia hampir tidak pernah melamar kerja.
“Saya jarang ngelamar sebenarnya,” ungkap Juna.
“Saya beruntung sering ditarik karena reputable,” tambahnya.
Chef Juna memulai dari pekerjaan dapur paling dasar, seperti mengupas kentang. Namun karena semangat untuk bertahan hidup di negeri orang, ia selalu berupaya mengasah kemampuan dan memperhatikan detail lingkungan kerja. Rasa takut kehilangan pekerjaan menjadi motivasi kuat baginya untuk terus berkembang.
Berbekal dedikasi, ia akhirnya dipercaya menjadi sushi chef, posisi yang tidak umum dipegang oleh warga negara asing di Amerika. Dari sana, kariernya melejit. Ia terus ditarik oleh berbagai restoran ternama, terutama yang mengusung konsep omakase. Lingkungan para chef yang saling mengenal turut membantu menyebarkan reputasinya.
Chef Juna Ceritakan Karier di AS: Tak Pernah Lamar Kerja, Tapi Selalu Direkrut
“Di sana chef suka ngumpul. Saya belum chef, tapi ada rumor, ‘Lo tarik Juna aja, setidaknya satu station enggak pusing training anak-anak baru,’” kenang Juna.
Salah satu tonggak penting dalam kariernya adalah ketika ia mendapatkan green card melalui rekomendasi dari pemilik restoran. Ia menyebut profesi sushi chef yang langka di kalangan warga lokal AS menjadi nilai tambah besar.
“Saya mendapat green card melalui employment,” jelasnya.
“Ini adalah sushi chef, bukan chef biasa, profesi yang sangat tidak lazim buat US citizen.”
Diketahui sempat bekerja di berbagai restoran Jepang dan Prancis selama di AS, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia pada tahun 2009. Pengalaman di luar negeri tidak hanya membentuk keterampilan teknisnya, tetapi juga membangun karakter dan ketangguhan yang menjadi ciri khasnya di dunia kuliner.
“Baca juga : Perusahaan Ini Hentikan AI dan Kembali Rekrut Karyawan”
Kisah Chef Juna membuktikan bahwa karier gemilang tak selalu harus dimulai dari jalur pendidikan formal. Reputasi, etos kerja, dan kemampuan adaptasi bisa menjadi modal penting untuk berkembang di industri yang sangat kompetitif di Amerika Serikat.




Leave a Reply