kingymab – Ketika suhu udara meningkat, menjaga tubuh tetap terhidrasi tidak hanya soal menghilangkan dahaga. Minum air cukup membantu jantung memompa darah lebih efisien dan mendukung kerja otot. Kekurangan cairan membuat jantung bekerja lebih berat, meningkatkan risiko kelelahan, pusing, bengkak pada kaki, hingga sakit kepala. Dalam kasus ekstrem, dehidrasi dapat memicu heat stroke, yaitu kondisi serius dengan suhu tubuh di atas 40°C dan gangguan sistem saraf, menurut Kementerian Kesehatan RI.
American Heart Association (AHA) menyebutkan, tubuh yang terhidrasi mampu menjaga volume darah dan tekanan darah tetap stabil, sehingga jantung bekerja lebih optimal. Para ahli menekankan, jangan menunggu rasa haus untuk minum. Rasa haus menandakan tubuh sudah kekurangan cairan.
Cara sederhana mengecek hidrasi adalah dengan memeriksa warna urine. Semakin jernih warna urine, semakin baik tingkat hidrasi tubuh. Kebutuhan air setiap orang berbeda-beda, tergantung suhu lingkungan, pakaian, intensitas olahraga, dan kondisi kesehatan. Penderita diabetes, penyakit jantung, atau cystic fibrosis membutuhkan lebih banyak cairan karena kehilangan garam lebih cepat melalui keringat. Obat diuretik juga meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga risiko dehidrasi lebih tinggi.
Ahli gizi menyarankan minum 2–3 liter air per hari untuk orang dewasa, dan menyesuaikan kebutuhan saat cuaca panas atau aktivitas fisik berat. Selain melindungi jantung, hidrasi cukup meningkatkan konsentrasi, energi, dan menjaga fungsi organ tubuh secara keseluruhan. Dengan memahami kebutuhan cairan tubuh, masyarakat dapat mencegah risiko kesehatan serius di masa depan.
Baca Juga: “Apollo 7 Sukses Kembali ke Bumi Setelah Misi Bersejarah“
Minum Air Cukup, Cara Tepat Menjaga Hidrasi Tubuh dan Melindungi Jantung Saat Beraktivitas
Mengetahui kebutuhan cairan tubuh sangat penting untuk mencegah dehidrasi dan menjaga kesehatan jantung. Salah satu cara efektif adalah menimbang berat badan sebelum dan sesudah berolahraga. Setiap penurunan 0,45 kg berat badan akibat keringat berarti tubuh kehilangan sekitar 473 ml cairan yang harus segera diganti.
Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga hidrasi. Selain itu, buah dan sayuran seperti semangka, jeruk, dan timun bisa menjadi sumber cairan alami tambahan. Minuman olahraga atau sports drink bermanfaat mengganti elektrolit yang hilang, tetapi sebaiknya dikonsumsi hanya saat latihan berat di cuaca panas. Kandungan gula dan kalori yang tinggi dalam minuman ini bisa berdampak negatif jika dikonsumsi berlebihan.
Ahli gizi merekomendasikan untuk menghindari minuman manis, soda, jus kemasan, serta minuman berkafein seperti kopi dan teh. Minuman tersebut bersifat diuretik dan justru mempercepat kehilangan cairan tubuh. Menjaga kebiasaan sederhana, seperti minum air putih sebelum berolahraga atau aktivitas di bawah sinar matahari, dapat mencegah dehidrasi dan mendukung fungsi jantung tetap optimal.
Menurut American Heart Association (AHA), hidrasi yang tepat membantu jantung memompa darah lebih efisien dan menjaga tekanan darah stabil. Selain itu, tubuh yang cukup cairan akan memiliki energi lebih baik, konsentrasi meningkat, dan risiko heat stroke berkurang. Dengan memahami kebutuhan cairan individu dan membiasakan minum air secara teratur, masyarakat dapat melindungi jantung serta meningkatkan performa fisik jangka panjang.
Baca Juga: “PM Australia Bela Dubes usai Sindiran Trump“




Leave a Reply