kingymab -Meningkatkan kualitas tidur, Tidur berkualitas bukan hanya soal berapa lama seseorang terlelap, tetapi juga bagaimana tubuh dan pikiran beristirahat dengan optimal. Banyak orang masih mengira bahwa menjaga kebersihan tempat tidur sudah cukup untuk tidur nyenyak, padahal hal itu baru langkah awal.
Spesialis tidur asal Chicago, Julia Kogan, menjelaskan bahwa sleep hygiene atau kebersihan tidur tidak sama dengan perawatan tidur. Menurutnya, tidur yang benar membutuhkan pendekatan menyeluruh, termasuk pengaturan rutinitas sebelum tidur dan cara bangun di pagi hari.
Shelby Harris, Direktur Kesehatan Tidur di Sleepopolis, menambahkan bahwa kebiasaan menyetel banyak alarm justru bisa mengganggu kualitas tidur. “Menekan tombol tunda berulang kali dapat mengacaukan tahap akhir tidur dan membuat Anda lebih pusing saat bangun,” ujarnya. Ia menyarankan agar cukup menggunakan satu alarm dan langsung bangun ketika berbunyi.
Selain itu, menyesuaikan jadwal tidur dengan siklus alami cahaya matahari terbukti membantu ritme sirkadian tubuh. Musik lembut atau suara alam juga bisa menjadi alternatif efektif untuk membuat pikiran rileks sebelum tidur. Berdasarkan penelitian National Sleep Foundation, tidur di ruangan yang gelap, sejuk, dan tenang dapat meningkatkan durasi tidur nyenyak hingga 30 persen.
Ke depan, para ahli menilai pentingnya masyarakat memahami bahwa kualitas tidur berdampak langsung pada kesehatan fisik dan mental. Dengan menerapkan rutinitas tidur yang konsisten dan sehat, tubuh akan lebih mudah beradaptasi, sehingga bangun pagi terasa lebih segar dan berenergi setiap hari.
Baca Juga : “Food Tray MBG Boleh Dipakai Usai Dicuci, Ungkap PBNU”
Tiga Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Setiap Malam
Tidur yang nyenyak bukan hanya ditentukan oleh lamanya waktu beristirahat, tetapi juga oleh kebiasaan sebelum dan sesudah tidur. Para ahli menyebutkan bahwa gaya hidup yang sehat, terutama menjelang waktu tidur, memiliki dampak besar terhadap kualitas istirahat dan kondisi tubuh keesokan harinya.
Menurut Marie-Pierre St-Onge, pakar nutrisi dari Universitas Columbia, kebiasaan mengonsumsi alkohol sebelum tidur dapat memengaruhi kualitas istirahat. “Alkohol memang bisa membantu seseorang tertidur, tetapi terlalu banyak justru mengganggu fase tidur dalam,” jelasnya. Ia menyarankan agar alkohol dikonsumsi dalam jumlah kecil dan sebaiknya bersama makanan, karena hal itu dapat memperlambat pencernaan dan mengurangi efek negatif pada tidur.
Sementara itu, Julia Kogan, spesialis tidur dari Chicago, menekankan pentingnya menghindari berlama-lama terjaga di tempat tidur ketika sulit tidur. “Anda tidak ingin otak mengasosiasikan waktu malam sebagai momen untuk berpikir berlebihan,” ujarnya. Ia menyarankan untuk bangun dan melakukan aktivitas ringan seperti membaca buku atau meditasi singkat hingga tubuh kembali rileks.
Selain itu, rutinitas bangun di waktu yang konsisten juga berperan penting dalam menjaga ritme sirkadian tubuh. Berdasarkan studi Sleep Health Journal tahun 2024, bangun di jam yang sama setiap hari dapat meningkatkan stabilitas hormon tidur hingga 25 persen. Memberi waktu tambahan tidur 30–60 menit sesekali tetap diperbolehkan, selama rutinitas bangun pagi tetap terjaga.
Dengan menghindari alkohol berlebih, menenangkan pikiran di malam hari, dan bangun secara teratur, tubuh dapat beradaptasi lebih baik. Kebiasaan ini membantu meningkatkan energi, memperbaiki suasana hati, dan menjaga fokus sepanjang hari.
Baca Juga : “Program MBG TTI Dinilai Alih Fungsi Jadi Kepentingan Investor”




Leave a Reply