Korban Tewas Kebakaran di Hong Kong Kini Capai 55 Orang

Korban Tewas Kebakaran di Hong Kong Kini Capai 55 Orang

kingymab.org – Kebakaran besar di perumahan umum Tai Po, Hong Kong, kembali menambah jumlah korban tewas. Total korban kini mencapai 55 orang, menjadikannya tragedi paling mematikan di kota itu selama beberapa dekade. Otoritas menegaskan bahwa kondisi di lapangan masih berbahaya karena beberapa blok hunian tetap terbakar. Petugas pemadam terus berupaya mengendalikan api yang menyebar cepat di area padat tersebut. Pemerintah juga mengerahkan bantuan tambahan untuk mempercepat proses evakuasi korban.

Jumlah Korban dan Proses Pemadaman

Sekitar 280 orang masih hilang dan proses pencarian terus dilakukan. Sebanyak 76 korban dirawat di rumah sakit, dengan 15 berada dalam kondisi kritis. Api telah dikendalikan pada empat blok bangunan, tetapi tiga blok lain masih terbakar pada bagian atas gedung tiga puluh satu lantai. Kondisi bangunan memperumit proses pemadaman karena struktur koridor sangat sempit. Data petugas menunjukkan penyebaran api semakin cepat akibat ventilasi yang tidak memadai. Situasi ini memaksa tim penyelamat bekerja dengan perlindungan tambahan.

Material Bangunan Tidak Sesuai Standar

Penyelidikan menemukan penggunaan styrofoam mudah terbakar pada penyegel jendela lift. Bahan tersebut diduga mempercepat pergerakan api melalui koridor dan unit hunian. Petugas juga menemukan jaring luar gedung serta lembaran pelindung yang tidak sesuai standar keselamatan. Laporan SCMP menyebut api masih terlihat pada blok yang belum terkendali. Seorang pejabat pemadam menegaskan renovasi yang tidak aman meningkatkan risiko kebakaran besar. Temuan ini memperkuat dugaan adanya kelalaian struktural.

Penangkapan dan Arah Investigasi Pemerintah

Polisi Hong Kong menangkap dua direktur dan satu konsultan terkait renovasi gedung. Mereka diduga menggunakan material tidak aman yang mempercepat penyebaran api. Pemerintah berjanji memperketat inspeksi keselamatan untuk mencegah tragedi serupa. Investigasi lanjutan akan mendalami peran kontraktor dalam kelalaian fatal ini. Upaya pemadaman dan pencarian korban terus berlangsung secara intensif di lokasi kejadian.

Baca Juga: “Helikopter AS Jatuh di Laut Cina Selatan, Semua Kru Selamat“


Tanggapan Pemerintah China dan Perkembangan Proses Investigasi Kebakaran Tai Po

Sikap Presiden Xi dan Langkah Awal Pemerintah

Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa atas meningkatnya korban tewas dalam kebakaran besar di Tai Po, Hong Kong. Xi menyerukan tindakan maksimal untuk mengurangi korban dan kerugian di lokasi padat penduduk tersebut. Pemerintah pusat meminta otoritas Hong Kong mempercepat penyelamatan, memastikan dukungan medis memadai, dan menjaga transparansi investigasi. Situasi darurat masih berlangsung karena beberapa lantai atas bangunan tetap terbakar meski pemadaman terus dilakukan.

Kondisi di Lapangan dan Respons Otoritas

Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee Ka-chiu meninjau korban di rumah sakit pada Kamis pagi. Ia memerintahkan inspeksi penuh terhadap seluruh kompleks perumahan publik yang sedang direnovasi. Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Rabu pukul 14.51 dan langsung membesar. Rekaman awal memperlihatkan perancah bambu di luar bangunan terbakar cepat dan berpindah ke blok lain. Lembaran jaring pelindung berwarna hijau ikut menyebarkan api karena bahan yang mudah terbakar. Petugas masih mengevakuasi warga dari lantai tinggi yang sulit dijangkau.

Kutipan dan Temuan Awal Pemerintah

“Kami akan menyelidiki sepenuhnya penyebab kebakaran dan penggunaan perancah dalam proyek renovasi ini,” katanya Lee. Ia menegaskan bahwa semua unsur konstruksi akan diperiksa secara menyeluruh. Data pemadam menunjukkan kecepatan api meningkat akibat struktur perancah yang berhubungan langsung dengan bagian luar bangunan. Pemeriksaan lanjutan akan menilai apakah standar keselamatan renovasi telah dipenuhi.

Arah Investigasi dan Langkah Pengamanan ke Depan

Pemerintah Hong Kong berjanji membuka proses investigasi secara transparan hingga penyebab utama terungkap. Otoritas juga menyiapkan audit keselamatan untuk seluruh proyek renovasi publik. Evakuasi dan pemadaman masih berlangsung karena api belum sepenuhnya padam. Pemerintah menargetkan laporan awal diselesaikan dalam waktu singkat untuk mencegah insiden serupa.

Baca Juga: “Lansia Bukan Beban: Peran Produktif Dorong Pembangunan Sosial“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *