200 Siswa dan 12 Guru Diculik Kelompok Bersenjata di Nigeria

200 Siswa dan 12 Guru Diculik Kelompok Bersenjata di Nigeria

kingymab.org – Serangan bersenjata kembali mengguncang Nigeria setelah ratusan siswa dan guru diculik dari sekolah Katolik di Negara Bagian Niger. Insiden ini memperdalam krisis keamanan sektor pendidikan di wilayah barat laut.

Penyerangan terjadi di Sekolah Asrama St. Mary, komunitas Papiri, distrik Agwara, pada Jumat, 21 November 2025. Pelaku bersenjata menculik 215 siswa dan 12 guru saat dini hari. Sekolah melayani pelajar usia 12 hingga 17 tahun dan terhubung dengan sekolah dasar terdekat. Lokasinya dekat jalur utama Yelwa–Mokwa, yang sebelumnya dilaporkan rawan serangan. Kepolisian Negara Bagian Niger mengerahkan pasukan militer dan keamanan untuk pencarian intensif. Otoritas setempat menyatakan sekolah dibuka kembali tanpa izin resmi, meski ada peringatan intelijen ancaman meningkat.

Insiden ini mengikuti penculikan 25 siswi di Negara Bagian Kebbi pada 17 November 2025, dengan satu korban berhasil melarikan diri. Dalam serangan terpisah di Negara Bagian Kwara, kelompok bersenjata menewaskan dua jemaat gereja dan menculik 38 orang lain. Mereka menuntut tebusan USD 69.000 per orang, meningkatkan kekhawatiran praktik kriminal terorganisir.

Sebagai respons, Kementerian Pendidikan Federal Nigeria menutup 47 sekolah menengah persatuan federal di wilayah utara. Penutupan tersebut bertujuan menekan risiko lanjutan pada sekolah yang dianggap rentan. Nigeria sebelumnya mencatat puluhan kasus penculikan sejak 2021, terutama di zona pedesaan dengan kehadiran keamanan terbatas.

Daniel Atori, juru bicara CAN Niger, menyatakan pihaknya bekerja untuk memastikan semua anak kembali dengan selamat. Ia menyampaikan pernyataan itu mengutip Uskup Agung Bulus Dauwa, seperti dilaporkan Associated Press.

Penculikan ini menegaskan perlunya reformasi keamanan pendidikan di Nigeria. Pemerintah didesak memperkuat perlindungan sekolah dan jalur transportasi siswa. Jika tidak ditangani secara sistemik, risiko terhadap generasi muda dan stabilitas sosial jangka panjang akan meningkat.

Baca Juga: “Helikopter AS Jatuh di Laut Cina Selatan, Semua Kru Selamat“

Tinubu Batalkan KTT G20, Pemerintah Nigeria Fokus Atasi Krisis Penculikan

Presiden Nigeria Bola Tinubu membatalkan kehadirannya di KTT G20 karena lonjakan penculikan massal. Pemerintah memprioritaskan respons keamanan nasional terhadap krisis tersebut.

Kantor kepresidenan menyatakan Wakil Presiden Kashim Shettima akan mewakili Nigeria di Afrika Selatan. Keputusan ini diambil setelah rangkaian serangan bersenjata di Negara Bagian Niger dan Kebbi. Pelaku menculik ratusan siswa, guru, dan warga sipil dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah menilai eskalasi ini mengancam stabilitas sosial dan reputasi keamanan nasional.

Otoritas menyebut para pelaku didominasi mantan penggembala bersenjata yang terlibat konflik sumber daya dengan komunitas petani. Kondisi ekonomi, krisis air, dan minimnya penegakan hukum memperparah situasi di wilayah pedalaman. Menurut data lembaga keamanan regional, Nigeria mencatat ratusan kasus penculikan sejak 2021, terutama di zona utara.

Selain itu, analis menyoroti lemahnya penindakan hukum dan korupsi sebagai faktor utama meluasnya kejahatan bersenjata. Akses senjata ilegal dinilai lebih mudah bagi kelompok kriminal dibanding pasukan keamanan. Kondisi ini memicu kemarahan publik dan meningkatnya tekanan terhadap pemerintah pusat.

“Kami akan menggunakan seluruh instrumen negara untuk memulangkan para korban,” ujar Wakil Presiden Kashim Shettima saat kunjungan ke Kebbi. Eze Gloria Chidinma, korban keluarga, mengatakan keluarganya pernah membayar tebusan mahal. Yohanna Buru dari Peace Revival Foundation mendesak peningkatan keamanan sekolah dan komunitas rentan.

Pemerintah menghadapi tuntutan memperbaiki sistem keamanan dan penegakan hukum. Tanpa perubahan struktural, siklus penculikan berpotensi terus berulang. Observers internasional menilai penanganan krisis ini akan menentukan kredibilitas kepemimpinan Nigeria ke depan.

Baca Juga: “Lansia Bukan Beban: Peran Produktif Dorong Pembangunan Sosial“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *