kingymab.org – Pertamina merespons cepat masalah BBM Pertalite di beberapa wilayah Jawa Timur. Langkah ini untuk memastikan pasokan tetap aman dan masyarakat tidak panik.
Menurut pengamat energi Sofyano Zakaria, kasus sepeda motor ‘brebet’ di sejumlah kabupaten perlu disikapi secara bijak oleh pihak terkait dan masyarakat. Ia menekankan, isu ini tidak terjadi secara merata.
Hasil uji laboratorium dari Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Kementerian ESDM menunjukkan kualitas Pertalite di lokasi terkait tetap dalam kondisi baik dan sesuai standar nasional.
Sofyano menambahkan, Pertamina telah membuka 17 posko pengaduan untuk menampung keluhan konsumen yang terdampak. Ia juga menekankan masyarakat harus berhati-hati terhadap informasi yang tidak jelas dan tidak mudah terprovokasi.
Kasus ini hanya terjadi di 6 kabupaten dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sebagian besar SPBU di Jatim dan Indonesia tetap menyalurkan Pertalite secara normal. Secara nasional, Pertalite tersedia di lebih dari 514 kabupaten/kota, memastikan distribusi BBM tetap lancar.
Dengan langkah cepat ini, Pertamina memastikan kualitas dan distribusi Pertalite tetap terjaga, sekaligus memberikan edukasi bagi masyarakat terkait penggunaan BBM. Pemantauan berkelanjutan diharapkan mencegah isu serupa di masa depan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap energi nasional.
Baca Juga: “Helikopter AS Jatuh di Laut Cina Selatan, Semua Kru Selamat“
Investigasi Masalah Pertalite di Jatim, Fokus pada Kualitas dan Penyaluran
Pihak Kementerian ESDM dan Pertamina diminta melibatkan lembaga terkait untuk menyelidiki kasus Pertalite di Jawa Timur. Fokusnya pada penyebab motor ‘brebet’.
Pengamat energi Sofyano Zakaria menyoroti, kasus ini hanya terjadi pada sepeda motor, bukan mobil, meskipun keduanya menggunakan Pertalite. Hal ini perlu penjelasan terbuka ke publik.
Sofyano menambahkan, perlu diinformasikan sepeda motor merek dan jenis apa saja yang dominan terdampak. Informasi ini penting untuk edukasi konsumen.
Selain itu, pihak Kepolisian diminta memverifikasi klaim adanya air dalam Pertalite yang viral di media sosial. Hal ini penting untuk mengantisipasi pencemaran BBM.
Ia menekankan, jika terbukti Pertalite yang dikomplain bukan berasal dari SPBU resmi, maka Pertamina dan pemerintah perlu mengambil tindakan hukum. Kasus ini menyangkut penegakan UU tentang penyaluran BBM.
Untuk mencegah penyalahgunaan, Pertamina sebaiknya menegaskan larangan menjual Pertalite ke pembeli non-kendaraan bermotor. Penjualan menggunakan jerigen atau drum juga harus disanksi tegas.
Langkah-langkah ini diharapkan menjaga kualitas BBM Pertalite, memperkuat kepercayaan publik, dan memastikan distribusi tetap aman. Pemantauan berkelanjutan dan edukasi masyarakat menjadi kunci mencegah masalah serupa di masa depan.
Baca Juga: “Lansia Bukan Beban: Peran Produktif Dorong Pembangunan Sosial“




Leave a Reply