kingymab – PT Nindya Karya memastikan pembangunan 204 unit hunian sementara bagi korban banjir di Aceh Tamiang berjalan sesuai target. Hunian tersebut direncanakan siap dihuni setelah peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026.
Proyek hunian sementara ini menjadi bagian dari program pemulihan pascabencana banjir di Aceh Tamiang. Pembangunan dilakukan secara cepat melalui kerja bakti tujuh BUMN Karya yang mendapat penugasan langsung dari pemerintah. Langkah ini diambil untuk mempercepat relokasi warga dari tenda pengungsian ke tempat tinggal yang lebih layak.
Direktur Utama Nindya Karya, Firmansyah, menjelaskan bahwa proyek tersebut dikerjakan dengan tenggat waktu yang sangat terbatas. Ia menyebut pembangunan huntara ditargetkan selesai hanya dalam tujuh hari. Meski sempat terkendala faktor cuaca dan mengalami keterlambatan dua hari, progres konstruksi tetap berjalan sesuai rencana.
Menurut Firmansyah, total hunian sementara yang dibangun di Aceh Tamiang mencapai 600 unit. Dari jumlah tersebut, 204 unit diprioritaskan untuk selesai lebih awal agar dapat segera ditempati warga terdampak banjir. Desain huntara dibuat sederhana namun fungsional, sehingga aman dan nyaman digunakan selama masa transisi menuju hunian tetap.
Pemerintah menilai percepatan pembangunan huntara menjadi langkah krusial dalam pemulihan sosial dan psikologis masyarakat pascabencana. Hunian yang layak diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mendukung aktivitas harian warga yang sebelumnya terdampak banjir.
Ke depan, Nindya Karya bersama BUMN Karya lainnya akan melanjutkan penyelesaian sisa unit huntara sesuai jadwal. Pemerintah juga berencana melanjutkan program rehabilitasi dan rekonstruksi secara bertahap, agar pemulihan Aceh Tamiang dapat berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.
“Baca Juga : Pantoja Janji Bangkit Lebih Kuat Usai Kehilangan Gelar UFC”
HUNTARA ACEH TAMIANG DILENGKAPI FASILITAS LENGKAP UNTUK PEMULIHAN WARGA
PT Nindya Karya membangun hunian sementara di Aceh Tamiang dengan konstruksi cepat namun tetap mengutamakan kekuatan dan keamanan. Hunian ini dirancang untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak banjir sekaligus membantu proses pemulihan pascabencana.
Direktur Utama Nindya Karya, Firmansyah, menjelaskan bahwa setiap unit huntara dibangun menggunakan sistem fondasi ompak. Struktur kolom dan atap memanfaatkan baja ringan agar proses pembangunan lebih efisien dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Selain bangunan hunian semi permanen, kawasan huntara dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut meliputi musala, kamar mandi umum, klinik kesehatan, serta area bermain anak. Penyediaan fasilitas ini ditujukan untuk memastikan aktivitas sosial dan kebutuhan ibadah warga tetap terpenuhi.
Firmansyah menambahkan bahwa pengembang juga menghadirkan elemen penataan lingkungan seperti landscaping dan playground. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk membantu pemulihan mental anak-anak yang terdampak bencana, sekaligus menciptakan suasana lingkungan yang lebih ramah dan nyaman.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, seluruh kawasan huntara akan dipagari dan ditata sebagai satu kompleks terpadu. Setiap unit hunian memiliki satu kamar tidur, sementara fasilitas kamar mandi ditempatkan terpisah di area fasilitas umum agar dapat digunakan secara bersama.
Menurut Nindya Karya, kelengkapan fasilitas ini dirancang untuk menunjang aktivitas harian warga, terutama menjelang Ramadan 2026. Dengan hunian yang layak dan lingkungan yang tertata, pemerintah berharap warga terdampak dapat menjalani masa transisi dengan lebih aman, nyaman, dan bermartabat sambil menunggu pembangunan hunian permanen.
PEMERINTAH SIAPKAN HUNTARA DAN HUNTAP UNTUK JAMIN KENYAMANAN IBADAH WARGA
Pemerintah memastikan hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang dibangun dengan mempertimbangkan kebutuhan ibadah dan aktivitas sosial masyarakat. Musala serta fasilitas pendukung disiapkan sejak awal agar warga dapat menjalankan Ramadan dengan aman dan nyaman.
Direktur Utama Nindya Karya, Firmansyah, menegaskan penyediaan fasilitas ibadah menjadi bagian penting dalam perencanaan kawasan huntara. Pendekatan ini bertujuan menjaga kualitas hidup warga selama masa transisi pascabencana.
Selain menyelesaikan pembangunan hunian sementara, pemerintah juga merencanakan langkah lanjutan berupa pembangunan hunian tetap. Proses peletakan batu pertama hunian tetap direncanakan dilakukan di lokasi seberang kawasan huntara yang saat ini tengah dibangun, sebagai bagian dari pemulihan jangka panjang.
Firmansyah memastikan sebanyak 204 unit huntara ditargetkan siap dan layak huni sesuai jadwal. Pemerintah menyiapkan peresmian huntara tersebut pada 1 Januari 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dengan penyediaan huntara yang lengkap dan rencana percepatan pembangunan huntap, pemerintah berharap warga terdampak dapat segera bangkit, menjalani ibadah dengan tenang, serta memiliki kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan berkelanjutan ke depan.
“Baca Juga : Anthony Joshua Tantang Tyson Fury Usai Kalahkan Jake Paul”




Leave a Reply