kingymab.org – Ilmuwan Arkeolog, Jayde N. Hirniak dari Arizona State University yang mempelajari dampak letusan gunung berapi purba terhadap evolusi manusia. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar situs arkeologi menunjukkan ketahanan luar biasa manusia di tengah bencana global ini.
“Baca juga : Menteri Pariwisata Widiyanti Minta Air Galon untuk Mandi”
Letusan super Gunung Toba sekitar 74.000 tahun lalu merupakan salah satu bencana vulkanik paling dahsyat dalam sejarah Bumi. Letusan ini melemparkan sekitar 2.800 kilometer kubik material vulkanik ke atmosfer dan membentuk kaldera raksasa yang kini menjadi Danau Toba di Sumatra Utara, Indonesia.
Dampaknya sangat luas, mulai dari langit yang gelap selama bertahun-tahun, hujan asam, hingga pendinginan global. Namun, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature tahun 2024 mengungkap bahwa sebagian populasi manusia justru mampu bertahan dan bahkan berkembang setelah letusan itu.
Salah satu buktinya ditemukan di situs Pinnacle Point 5-6 di Afrika Selatan. Di sana, ditemukan cryptotephra (abu vulkanik mikroskopis dari Toba) dalam lapisan tanah yang juga menyimpan aktivitas manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa manusia mendiami situs tersebut sebelum, selama, dan setelah letusan. Bahkan, terdapat bukti peningkatan inovasi teknologi pasca-letusan.
Misteri “genetic bottleneck”
Kisah serupa juga ditemukan di Shinfa-Metema 1, dataran rendah Ethiopia. Di wilayah ini, manusia purba memanfaatkan pola musiman sungai dan kolam air dangkal untuk bertahan hidup. Mereka juga mulai menggunakan teknologi busur dan panah, menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan ekstrem.
Penemuan ini menantang hipotesis lama yang menyebutkan bahwa letusan Toba menyebabkan populasi manusia menyusut drastis hingga hanya 10.000 individu. Sebaliknya, bukti arkeologis dari berbagai situs di Afrika, India, Indonesia, dan China menunjukkan bahwa manusia tetap bertahan dan produktif setelah bencana.
“Baca juga : Turis Ditangkap Usai Buang Air Kecil dan Bersikap Kasar”
Meski letusan Toba mungkin bukan satu-satunya penyebab penurunan populasi purba, peristiwa ini memberi gambaran penting tentang daya adaptasi manusia. Studi ini memperkuat pemahaman ilmiah tentang bagaimana nenek moyang kita mengatasi bencana alam besar dan bisa menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi krisis iklim dan geologis di masa depan.




Leave a Reply